Monday, October 22, 2012

TENTANG SENJAKU

Oleh: Jhon Fawer Siahaan dan Jessica Permatasari

Senja di sudut kota bersama para penantang hidup

Beradu fisik bertukar keringat
tuk sebongkah rizki
Kulantunkan sebait lagu di persimpang jalan
sebagai pengisi perut
Gita penggugah semangat penghapus lara

Senja begitu cepat menembus malam,
dentum music ala night club menyambar
berebut suara denganku
Keping logam tak seberapa
bersama selembar gambar Pattimura lusuh dengan gagahnya
Ini cukup untuk cacing menunggu pagi

Sudahlah
kumanjakan saja cacingku dulu dengan Pattimura yang kutemui tadi
Malam ini aku berebut petak dengan kucing jalang
dan tikus-tikus jalan,
berselimut baliho dua tahun kemarin
dengan tokoh pengumbar janji negeri ini
dengan kampanye pro rakyat

Tanpa sengaja aku berbantalkan koran tentang penangkapan dirinya
Teringat aku pernah mencari yang melek mata batinnya
di tengah sekumpulan manusia yang tertidur pulas
beralas emas dan berbalut sutra

Ah, bergegaslah malam menyapa mentari
gelapmu mengajarkanku tuk tidak jujur
Biarlah terang mentari mengungkap
tentang perbuatan yang mengucilkanku

Medan - Palembang, 19 Oktober 2012

No comments:

Post a Comment

There was an error in this gadget