Tuesday, November 20, 2012

Mainan dari Gelas

Sebuah cerita tentang cinta, tentang harapan. Karya ini adalah hadiah untuk semua ibu di alam semesta ini

Dari novel Tennessee Williams "The Glass Menagerie" dan digarap dengan apik oleh Citra Pratiwi.


Sudah sejak pertengahan Oktober, Rahmanu (sesosok kawan dari UGM) sudah woro-woro tentang pertunjukkan yang akan digelar oleh Migrating Troop pada 15 sampai 17 November 2012 di Taman Budaya Yogyakarta ini. Langsung saja buka agenda. 15 November tuh Islamic New Year, 16 November harpitnas (yang akhirnya tetep aja kerja >.<), 17 dan 18 November harus pulang ke Semarang. Well, 15 November saja lah nontonnya :) Sayang, Manu nonton 16 November, so harus cari teman lain yang mau diculik. *lirik kanan lirik kiri fufufufu..

Akhir Oktober, ada yang kirim SMS dan ngeWhatsApp yang ternyata eh ternyata CP (Contact Person) Mainan dari Gelas -nya Migrating Troop. Ada promosi, kalau beli tiket di bulan Oktober hanya bayar 12.500 rupiah, kalau beli di hari H jadi 20.000 rupiah. Well, nitip sajalah aku ke Mbak Ani Hanifah si CP dan sekaligus PimPro Mainan dari Gelas. (nitip = ngutang)

15 November 2012, aku berhasil menculik PungPungKetipangKetipung alias Pungky Andriyani. Sampai di Societet Taman Budaya Yogyakarta jam setengah delapan malam, *clingak clinguk* mencari Mbak Ani. Here you are! dengan bandana biru muda di balik ticket box. Dapat tiket, menunggu sekitar setengah jam.

Setelah pintu dibuka, satu hal yang menarik perhatian adalah tata panggung. Panggung Societet TBY penuh dengan kardus yang ditata bertumpuk-tumpuk; panggung didominasi warna coklat yang kemudian dihiasi permainan warna dari tata lampu yang cantik.

"Pasti ada sesuatu di balik penataan itu," pikirku. Pada akhir pertunjukkan, aku sempatkan bertanya. "Sebenarnya rencana awal menggunakan kaca, tapi terlalu mahal, kemudian menjadi acrylic, yang ternyata masih mahal. Akhirnya kita menggunakan kardus, supaya masih terlihat kesan 'rapuh'nya," jelas Mbak Ani.
tata panggung Mainan dari Gelas
(maaf terlalu jauh, ga punya SLR sih :( )
Pertunjukkan dimulai, seorang narator hadir di panggung dengan gaya khasnya (pernah nonton dia tampil di pertunjukkan Migrating Troop sebelumnya deh kayaknya ^_^). Memberikan gambaran cerita, latar belakang, dan memperkenalkan pemain. Hanya ada empat peran:
  • Prastuti, seorang single parent yang sangat menyayangi kedua anaknya.
  • Elisa Pramono, anak pertama Prastuti, seorang gadis cantik dan baik hati namun pemalu karena kekurangan fisiknya.
  • Narator yang merangkap sebagai Tommy Pramono, adik Elisa, seorang penulis (seniman), tulang punggung keluarga sejak bapaknya pergi ke luar negeri.
  • Jim, seorang yang berprestasi ketika SMA, cinta pertama (dan terakhir) Elisa, rekan kerja Tommy.
Pemain dalam pertunjukkan ini adalah Nila Candra Sari (Prastuti 1), Siti Fauziah (Prastuti 2), Martina Ari Saraswati (Elisa), Roci Marciano (Tom 1), Bambang Hernawan (Tom 2), Jona Tanama Pramudita (Jim).
Kenapa ada 1 dan 2? Karena pertunjukkan ini ditampilkan di tiga hari yang berbeda, jadi ada "penggantian pemain". (ngarang! hahaha..) Kebetulan aku datang di hari pertama, jadi yang "main" yang ada "1" nya ^_^

Ringkasan cerita Mainan dari Gelas adalah begini: (copas dari websitenya Migrating Troop aja ya? hehe..)
Setelah reformasi (1998), krisis ekonomi dan perubahan politik terjadi di Indonesia membuat negara ini dalam situasi transisi. Situasi ini berdampak di setiap sektor. Reformasi dan harapan Indonesia baru menjadi situasi yang tidak menentu di tengah badai krisis ekonomi yang juga sedang menghantam Indonesia.
Cerita ini adalah potret mikro tentang Indonesia setelah tahun 1998. Kisah tentang seorang ibu (Prastuti) sebagai orang tua tunggal dan kedua anaknya yang beranjak dewasa. Sang Ibu berjuang demi anak-anaknya untuk mimpi dan harapan terbaik buat mereka di masa depan. Di situasi tersebut mereka juga harus menghadapi 'ketidakpastian' situasi yang entah bagaimana mereka berada di dalamnya.
Pertunjukan teater ini hadir dalam gaya realis dengan bentuk pengadeganan yang indah. Panggung akan penuh dengan instalasi kardus, pilihan media yang sangat jarang digunakan untuk diolah sebagai karya instalasi panggung yang artistik.
Sebuah cerita tentang cinta, tentang harapan, karya ini adalah hadiah untuk semua ibu di alam semesta ini . (http://www.themigratingtroop.blogspot.com/)
Sekitar dua jam menikmati pertunjukkan dari Migrating Troop: tertawa sudah, (sedikit) mewek juga sudah. Kangen juga terlibat dalam pembuatan pertunjukkan seperti ini lagi. :") Semoga kalau Mbak Citra Pratiwi baca blog ini, aku diperbolehkan ambil bagian dalam pembuatan pertunjukkan-pertunjukkan selanjutnya... Amiiiiinnnn... *ngarepdotcom

Well, cerita Mainan dari Gelas ini mengingatkan aku akan kerasnya hidup dan perjuangan seorang ibu. Sama seperti Elisa, aku anak pertama dengan seorang adik laki-laki. Untungnya aku masih punya seorang ayah. Ayah Ibu punya impian mereka, aku punya impianku, adikku punya impiannya. Dan masing-masing impian ini berbeda. Banyak tantangan yang membuat impian-impian itu sulit dicapai. Banyak perbedaan pendapat yang sering menimbulkan perdebatan. Namun hal itu tidak mengurangi rasa sayang satu sama lan dalam keluarga. Seorang ibu, -walaupun (seringkali) bawel, suka ngatur, (sedikit) memaksakan keinginannya- pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya.

with Ani Hanifah
I love you, mom (and dad).


Candra Nila Sari (Prastuti), Martina Ari Saraswati (Elisa),
Jona Tanama Pramudita (Jim), Jessica, Pungky
-tanpa Tom (lagi ngejar Jerry mungkin! XD -



















nb: setelah pertunjukkan aku naik ke panggung untuk foto-foto dan memperhatikan properti dengan lebih dekat. Dan kursinya pun dari kardus (atau dibalut kardus), bantalan kursi juga dari kardus. Ih wow! Koq ada ya yang kreatipnya kayak gitu.. cekacekacekaceka... *geleng-geleng

2 comments:

  1. haa sama, mbak. Aku juga kagum dengan propertinya. Kreatif gilak!

    ehem dan kenapa setiap kali aku nonton pertunjukkan, pasti aku diingatkan tentang impian dan minat. hahahahah semacam tersentil gitu deh :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. gilak harus pake "k" ya? haha..

      ehem, diingatkan buat kembali ke jalan yang sudah ditetapkan untuk dilewati itu :)
      Ketika kita menginginkan sesuatu kan pasti ada saatnya down, nhah ada yang bisa bikin kita termotivasi. Pertunjukkan-pertunjukkan inilah salah satunya.

      Delete

There was an error in this gadget