Monday, December 31, 2012

Wirawisata Goa Pindul



29 Desember 2012 – aku dan lima orang kawan berangkat ke Goa Pindul dengan tujuaan untuk ber cavetubing. Goa Pindul yang merupakan wirawisata di daerah Wonosari, Gunung Kidul ini mulai dibuka pada 2010.

Perjalanan Kota Yogyakarta ke TKP lebih kurang satu jam menggunakan motor pribadi. Dua hari sebelumnya, kami menghubungi Mas Haris untuk reservasi. Mas Haris sangat membantu. Kami bertemu dengan rekannya di alun-alun Pemda Wonosari (setelah mampir makan di warun dekat alun-alun: nasi+paha ayam goreng+teh hangat hanya Rp 6.500). Dari alun-alun kami diantar menuju lokasi wirawisata Goa Pindul. Tidak ada pungutan apa pun untuk jasa pengantaran ini, hanya biaya masuk untuk.sepeda motor saja: Rp 2.000.
memakai lifevest


Sesampai di TKP, kami membayar Rp 30.000 untuk mengarungi aliran air di bawah Goa Pindul. Ada juga menyusuri Sungai Oyo (lebih menantang) hanya dengan Rp 40.000. Tapi karena dana terbatas, kami hanya ke Goa Pindul saja. Harga tersebut adalah harga liburan, kalau hari biasa lebih murah Rp 5.000. Harga ini sudah termasuk pemandu, lifevest, dan ban.
Karena sudah reservasi terlebih dahulu, kami tidak perlu mengantre lama. Langsung cuuuusss... Tentunya setelah ganti pakaian dan menitipkan barang di tempat penitipan barang, kemudian memakai lifevest. 




Sebelum nyebur ke air, ada briefing dari pemandu. Pemandu kami, Bapak Arif dan Mas Nandi, menjelaskan apa yang boleh dan tidak boleh kami lakukan selama menyusuri goa. Setelah itu kami dipersilakan menuruni jalan setapak yang cukup licin.

Briefing oleh mas Nandi dan pak Arif
Selama menyusuri goa, kami duduk di atas ban yang cukup besar. Goa dibagi menjadi tiga area: area terang, remang, dan gelap. Area terang pun sudah gelap (menurutku yang agak takut gelap). Mas Nandi menjelaskan bagian-bagian dari goa secara detail. Sayangnya, karena sedang masa liburan, goa jadi penuh sesak dan suara pemandu pun bersahut-sahutan. (Disarankan kalau mau ke sini, jangan waktu libur panjang).

Macet di dalam goa

Penjelasan yang paling menempel di ingatanku: kolom (pertemuan stalaktit dan stalakmit) terbesar keempat di dunia, batu perkasa (jika pria menyentuhnya, bisa menambah keperkasaan), stalaktit berbentuk candi terbalik (jika wanita terkena tetesan airnya, bisa menambah kecantikan), batu kristal, Goa Jomblang (tempat pembuatan salah satu iklan rokok), rumah kelelawar (ada dua jenis kelelawar yang tinggal di dalam goa: kampret – pemakan serangga, dan codot – pemakan buah).

Waktu paling baik menyusuri goa ini adalah pukul 9 atau 10 pagi. Jika beruntung, pengunjung dapat melihat "cahaya surga", atau cahaya matahari yang menembus celah Goa Jomblang. Sayang sekali saat kami menyusuri goa sudah terlalu siang dan gerimis, jadi tidak ada "cahaya surga" yang kami dapat.

Untuk kasiat batu perkasa dan stalaktit berbentuk candi, boleh saja percaya boleh tidak. J

Stalaktit berbentuk candi terbalik











Goa Jomblang











Kiri ke kanan: Erick, Adit, Christian, Cika, Nael, Jessica

Setelah selesai bercavetubing, (kalau beli tiket ke Sungai Oyo) pengunjung akan naik mobil dengan bak terbuka menuju sungai. Jika tidak, pengunjung akan diantar ke tempat kedatangan tadi dengan bak terbuka juga. Di sana sudah disediakan wedang jahe yang dapat dinikmati secara cuma-cuma.

Menkmati wedang jahe. Cheers!
Contact Person Wirawisata Goa Pindul: Haris - 085959656561

No comments:

Post a Comment

There was an error in this gadget