Monday, September 16, 2013

Teater Maraton

Saat pertama membuat pementasan Tulah Cinta Kuasa aku tidak memikirkan kelanjutannya. Saat itu aku hanya berpikir bagaimana membuat SEBUAH karya. Hanya satu buah. Aku membuat naskah, memilih Pimpinan Produksi, mengadakan audisi pemain, mendapatkan tim produksi. Tidak terbersit sedikit pun untuk membuatnya kontinyu. Di luar rencana, kami memilih nama dan meresmikannya tanggal 22 Maret 2013: Teater Maraton dengan karya Tulah Cinta Kuasa, 20 April 2013 merupakan debutnya.

Tanpa aku rancangkan saat awal membentuk teater, ternyata Teater Maraton terus hidup. Pementasan kedua merupakan hasil penulis naskah dan sutradara Wicaksono. Dalam pementasan berjudul Kuwalik ini, Teater Maraton bersama Cukup Art Management mengadakan launching Jogja Creative Zone, Malioboro 56 pada tanggal 6 Juli 2013. Kemudian pada pementasan ketiga, Teater Maraton bekerjasama dengan alumni VDMS dan anak-anak dari dusun Petung mementaskan sebuah drama musikal Mentari Pagi pada 14 September 2013.

Setelah melakukan refleksi diri, kekurangan yang terulang-ulang pada setiap pementasan Teater Maraton adalah penyediaan sound system yang cukup. Dalam ketiga pementasan tersebut selalu ada yang kurang dengan tata suara. Hal ini menjadi salah satu bahan evaluasi jika Teater Maraton masih ingin tetap hidup.

Memang pada awalnya aku tidak merencanakan kehidupan Teater Maraton dalam jangka panjang. Namun sekarang (sepertinya) Teater Maraton harus tetap hidup dalam berkarya dan berbudaya. Semoga panjang umur. Salam budaya dan tetap semangART!

2 comments:

There was an error in this gadget