Sunday, March 13, 2016

Gerhana Matahari 2016

2013 yang lalu, aku tergoda berita gerhana matahari. Aku membuat puisi tentang gerhana. Bukan, bukan gerhana yang sesungguhnya yang kutulis. Saat itu, entah sudah berapa kali teman-teman mengingatkanku, otakku tidak bekerja dengan baik. Logikaku tak mampu berbuat apa-apa. Dengan bodohnya aku menulis puisi tentang perasaan, yang masih tak kumengerti perasaan apa itu sesungguhnya.

Tiga tahun silam, aku yang begitu idiot masih tenggelam oleh rasa yang tidak bertuan. Ya, tiga tahun yang lalu, aku begitu angkuhnya beranggapan rasa tak bertuan itu sebenarnya bertuan.

Biarlah masa lalu itu tenggelam bersama kenaifanku.

Maret 2016, gerhana matahari total benar-benar terjadi dan membuat penduduk Indonesia heboh. Sebuah fenomena alam dahsyat terjadi di depan mata. Kita menjadi saksi betapa hebatnya Sang Pencipta. Ketika bumi, bulan, dan matahari berada pada satu garis tegak lurus, itulah di mana gerhana matahari terjadi. Cahaya matahari terhalang oleh bayangan bulan sehingga tidak sampai ke bumi. Kira-kira begitulah yang kita, orang awam, pahami.

Tahun ini, berbeda dengan tiga tahun lalu, aku mengerti memaknai gerhana matahari yang sesungguhnya. Gerhana matahari yang menunjukkan kedahsyatan Sang Pencipta dalam mengatur tata surya. Aku pun mulai mengerti memaknai rasa dalam hidup.

No comments:

Post a Comment

There was an error in this gadget