Tuesday, April 3, 2012

Segelas Kopi

Perlahan hangatnya kopi
turun ke tenggorokan
lalu ke dada
sehangat pelukmu saat itu
wahai kasih...

Saat-saat itu seperti kopi
tak indah dilihat
hitam pekat
dengan ampas masih mengambang

Diseruput bibir
pahit
kemudian hangat dan nikmat
namun lalu hilang
tak ada sisa kenikmatan
hanya ada ampas
yang dibuang

Semarang, 3 April 2012

No comments:

Post a Comment