Thursday, June 28, 2012

Catatan Kecil Juni 2012

Awal Juni 2012 aku mengakhiri kontrak kerja dengan PIKA Semarang. Niatku adalah benar-benar memutuskan hubungan kerja, tapi bukan hubungan persaudaraan.
Banyak yang telah aku alami di tempat kerjaku itu. Aku percaya it is how God works. He put me there to mold me. Satu tahun 8 bulan bukan waktu yang sebentar, bukan juga waktu yang lama. Banyak yang terjadi. Pembenahan sikap dan cara berpikir sudah aku lakukan.
Aku memang orang Jawa yang tidak terbiasa dengan tradisi Jawa yang mementingkan sopan santun dan perasaan orang lain. Kalau aku tidak suka dengan suatu hal, aku akan mengatakan terang-terangan. Dan aku menemukan hal tersebut kurang bisa diterima.
Ketika aku dituntut melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan keputusanku, aku akan berusaha untuk mengatakan bahwa aku tidak setuju. Jika tuntutan itu berulang kali diajukan, aku bisa bersikap keras. Hal ini pun tidak sesuai dengan budaya di sana (bahkan dianggap tidak sopan dan menjadi bahan perbincangan yang tak ada habisnya).

Ketika besi sedang ditempa, pasti akan merasa panas dan sakit. Begitu juga ketika aku ditempa olehNya. Sakit. Tapi dengan sakit itu, aku menjadi sosok manusia baru. Perubahan, itu yang aku rasakan.

Hal tersulit adalah mengucapkan "selamat tinggal". dan aku tidak mau mengatakannya. Aku lebih suka "sampai jumpa".
Thanks to technology yang menyediakan jejaring sosial masa kini, dan handphone canggih karena telah memungkinkan aku menjaga komunikasi dengan teman-teman.
Ada yang namanya mantan rekan kerja, mantan guru, mantan murid: tapi tidak pernah ada yang namanya mantan teman. Teman akan selalu terjaga sampai kapan pun. Friendship adalah satu hal yang tak akan pudar karena waktu dan jarak.

20 Juni adalah hari yang membanggakan. Aku masih diizinkan melihat siswa SMK PIKA angkatan 37 diwisuda. Bagaimana tidak bangga dengan mereka, setelah 4 tahun mereka berjuang (ada yang 5 tahun juga), akhirnya mereka mampu menunjukkan bahwa mereka layak disebut "dewasa". Mereka adalah angkatan pertama yang mengikuti Ujian Nasional, namun hasilnya bukan hasil coba-coba. Aku boleh bangga dengan mereka karena nilai UN Bahasa Inggris mereka tidak ada yang di bawah 75.

22 Juni bukan hari yang biasa. Aku harus bicara di depan para siswa untuk "berpamitan" (ah, aku tak suka kata 'pamit' itu!). Yang membuatku terharu adalah ketika melihat wajah mereka yang penuh cita-cita, yang pernah menghabiskan waktu bersamaku. Merekalah yang membuat aku bertahan satu tahun 8 bulan. Merekalah yang membuatku bertahan selama aku ditempa olehNya. Dan sebuah hal konyol, mereka pun menyanyikan sebuah lagu (hanya refainnya saja). Lagu yang sering aku gumamkan selama ini. (Apakah mereka tahu aku pernah menggumam lagu itu?)

Terlalu manis untuk dilupakan kenangan indah bersamamu tinggallah mimppi. Terlalu manis untuk dilupakan ... ~Terlalu Manis by Slank

Kenangan akan selalu menjadi memori
di mana pikir dan rasa bercampur
berpadu dengan memori
menciptakan sensasi
yang mampu membuat
tertawa
tersenyum
menangis
terdiam
menikmati manisnya memori

26 dan 27 Juni adalah hari-hari penuh berkat. Tiga siswa dari SMK PIKA mewakili tim debat Bahasa Inggris berjuang mendapatkan kemenangan. Hari pertama, mereka memberi tahuku bahwa mereka lolos ke quarter final. Betapa bangganya aku. Tidak sia-sia pengorbanan waktu mereka selama ini untuk terus berlatih. Hari kedua, mereka selalu memberi tahuku update perlombaan. Sampai sore harinya, mereka memberi kabar bahwa mereka mendapat Juara 3 (bukan Juara 1, tapi ini pencapaian!). Hebat! Aku bangga, aku senang, aku bersukacita. Hampir air mata ini jatuh lagi karena terharu.
Terima kasih untuk mereka karena tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, tidak membuang waktu muda mereka dengan percuma. Mereka telah menunjukkan betapa hebatnya mereka.
Terima kasih pula karena masih memberi kabar padaku (yang notabene bukan lagi guru mereka, tapi seperti yang aku bilang, tidak ada mantan teman).
Pencapaian ini tidak akan ada tanpa bantuan teman-teman (Denny Kristanto dan Ivana Mary) yang sudah dengan sangat ikhlas berbagi ilmu tentang debating. Pencapaian ini juga tidak akan ada tanpa kebersamaan dan bimbinganNya yang tak pernah putus.

Bulan Juni tahun dua ribu dua belas,
semua yang terjadi bukan kebetulan tapi sudah tertulis di skenarioNya.
Aku pun siap menghabiskan dua hari di Bulan Juni ini dan menyambut babak selanjutnya di bulan Juli.

No comments:

Post a Comment