Monday, August 13, 2012

Be a Leader

Semalam saya bertelpon dengan seorang kawan yang ada di Pulau seberang sana. Dia seorang kepala sebuah toko, dan baru dipindah di cabang tempat di bekerja sekarang. Ada sebuah kebingungan tentang bagaimana seorang pemimpin harus bertindak. Apakah:
1. Menjadi seorang yang seharian berada di ruangannya dan hanya menerima laporan tentang hasil kerja selama sehari
2. Menjadi seorang pemimpin yang mau menolong karyawannya di lapangan

Pilihan lainnya:
A. Pemimpin yang ditakuti karena kedisiplinannya menetapkan aturan
B. Pemimpin yang disenangi karena mudah bergaul dengan karyawannya

Untuk saya pribadi, saya lebih memilih nomor 2 untuk options pertama, dan tidak memilih satu pun untuk options yang kedua.

Pemimpin yang mau menolong, berarti adalah pemimpin yang care. Selain itu, dengan terjun langsung ke lapangan, pemimpin jadi tahu bagaimana kinerja karyawan yang sebenarnya dan kesulitan-kesulitan yang dialami karyawannya.

Untuk options yang kedua saya tidak memilih (A nor B). Pemimpin bukan untuk ditakuti, bukan juga untuk disenangi. Seorang pemimpin harus bisa dihargai.

Itu sih pendapat saya. Bagaimana pendapat yang lain? Mari kita bahas... ^^

Menurut David Hakala, leadership adalah kemampuan seseorang untuk membuat orang lain mengikutinya. Seorang leader adalah seseorang yang mampu membangun kepercayaan orang yang dipimpinnya. Bagaimana untuk membangun kepercayaan? seorang pemimpin wajib memiliki integritas. Hal-hal lain yang diperlukan adalah dedikasi, humility (kerendahan hati), assertiveness, kreatifitas, dan selera humor (???).

Pemimpin yang berdedikasi adalah pemimpin yang mampu mengerahkan tenaga, pikiran, dan waktu demi tercapainya visi yang telah ditentukan bersama.

Dan dengan kerendahan hati, seorang pemimpin akan mampu untuk mengerti posisi sebagai oranng yang dipimpinnya. Mahatma Gandhi adalah salah satu contoh pemimpin yang humble dan terkenal dengan "follower-centric" leadership.

Assertiveness adalah sebuah cara berkomunikasi yang paling tepat untuk seorang pemimpin. Bukan submisif ataupun agresif. Seorang pemimpin tahu kapan harus bersikap "merendah" kapan harus firm dan tegas.

Selain itu, pemimpin yang kreatif dan sering muncul dengan ide baru yang segar akan lebih dihargai. Seorang pemimpin dengan pertanyaan, "What if ... " akan secara tidak langsung merangsang orang yang dpimpinnya untuk berpikir lebih kreatif juga. Di samping kekreatifitasannya itu, selera humor (yang tepat takaran dan waktunya) juga membuat pikiran lebih segar dan terbuka untuk sesuatu yang baru. Suasana kerja pun tidak akan menjadi monoton.

#to be continued ...

No comments:

Post a Comment