Friday, August 24, 2012

Kanvas Suci

oleh: Sovy Abidah dan Jessica Permatasari

masih nyata di ingatan

sungging senyum manja
di bibir tipismu nan manis
tiap garis bibir
jadi airmata
dan tiap air mata jadi darah
tiap darah jadi nanah
tiap nanah menghujam ribuan sakit,
ribuan perih

sakit menusuk tiap senti hati
perih merusak tiap mili tubuh
tubuh ini kehilangan dayanya
sembilu luka menguliti dengan perihnya
raga ini tak mampu bangkit
tak sanggup pulihkan rasa mendera
tergeletak tak ada harap
penuh sesal

dan jika harap itu hilang,
lalu apa artinya aku
bersembunyi sejauh mana pun
kau tetap mengejar seperti bayanganku
wajahmu pun berasa lebih dekat dari pelupuk mataku
ah, andai waktu dapat kuputar
ingin ulang saat senyum dan canda
selimuti hati nan hangat

kini peluk bayangmu pun tak dapat
sentuh wajahmu hanya dalam angan
aku seperti bulan mengharap senyum matahari
menyakitkan namun aku rindu
tak mungkin namun aku ingin
lalu harus melangkah kemana?

jika rindu ini terus mencabik-cabik perasaanku
puisi rindu kupahatkan pada batu
yang 'kan jadi saksi rasaku
yang kini t'lah terbang
bersama angan dan cinta
akan kubiarkan rasaku menjadi sejarah masa
seperti lukisan yang mengabadikan senyuman wajah yang telah tiada
membiarkan angin sore membawa kisah ini pada malam-malam yang terlupakan

karna aku harus bahagia
meski tanpa hatimu
harus melangkah dan menatap cakrawala
dengan kanvas baru yang masih suci

No comments:

Post a Comment