Friday, December 28, 2012

Menyontek Pagi Ini


Saat menikmati sereal dan susu coklat pagi tadi, mataku menangkap dua lembar stiker yang tertempel di tengah meja makan. Stiker itu memang sudah lama ada di situ, tapi baru kali ini aku mengamati dengan benar-benar. Tulisan di stiker itu: "Nyontek? No Way!" dan "Nyontek No, Jujur Yes"

Lalu otakku mulai menjelajah dunia antah berantah. Apa sebenarnya salah si "nyontek", koq sampai dilarang?

Menurut KBBI online:
sontek 2 /son·tek / /sont├ęk/ v, menyontek /me·nyon·tek/ v mengutip (tulisan dsb) sebagaimana aslinya; menjiplak: krn malas belajar, setiap ujian ia selalu -;

Dalam kamus tidak dikatakan bahwa menyontek itu perbuatan tidak jujur; tidak dikatakan juga bahwa menyontek sama dengan berbohong. Menyontek adalah kegiatan mengutip sama persis dengan aslinya. Di mana kelirunya sampai di beberapa sekolah, jika anak didik ketahuan menyontek akan mendapat nilai nol bahkan didrop out.


Ada kejadian seorang anak didik sebuah SMK (sebut saja A) yang ketahuan melirik jawaban teman di sebelahnya (sebut saja B). Si B tidak keberatan, malahan dia menyodorkan lembar jawaban mendekat ke A. 


Well, kalau dilhat dari kejadian di atas, bukankah si B dengan senang hati memberikan jawaban, bukan dengan paksaan?
Kalau dibilang si A "mencuri" jawaban si B, aku tidak setuju. Arti mencuri menurut KBBI adalah:

curi /cu·ri/ vmencuri /men·cu·ri/ v mengambil milik orang lain tanpa izin atau dng tidak sah, biasanya dng sembunyi-sembunyi

Toh si B tahu kalau A mengambil jawabannya. Jadi si A tidak mencuri, karena dia mengambill jawaban dengan seizin B.


Guru mereka membiarkan hal itu. Setelah lembar ujian dikumpulkan, si A dipanggil si guru dan terjadilah percakapan:
Guru: "kenapa jawabanmu dengan B sama? Ini jawaban siapa?"
A: (santai) "Itu jawaban B, pak."
Guru: "kamu nyontek ya?"
A: "tadi sempat lihat jawabannya sih pak."
Setelah percakapan cukup panjang, akhirnya guru memutuskan si A dapat nilai nol untuk ujian kali ini.

Dari percakapan di atas, muncul pertanyaan di mana letak ketidakjujurannya? Si A sudah jujur dengan mengatakan bahwa itu jawaban B. Jadi si A tidak berbohong.

Ah, belum selesai otakku memikirkan tentang menyontek, hape sudah berdering tanda temanku sudah menunggu di depan kos. Aku segera mencuci piring dan gelas, dan mengantar temanku ke stasiun, kemudian ke kantor.

Urusan contek menyontek belum selesai. Nanti harus diselesaikan, pikirku.

No comments:

Post a Comment