Saturday, January 5, 2013

Plateau

Telaga Menjer
Oleh: Jessica Permatasari dan Vanera el Arj

/1/
Apa yang kau rasa setelah langkah menyampai
jejak di tepi ini?
menghirup aroma yang sama dengan pucuk
kuncup teh,
menantang tetes air hantam tubuh terpa wajah,
angin; memburai helai-helai rambut
: Kisah Resah Telaga Menjer


/2/
Apa yang kau rasa saat kulit ari sentuhi tanah
murni?
menghantar dingin ke tiap senti tulang pun sendi
tertanam. Dalam setitik remang cahaya
terpancar kerlip tubuh si kunang-kunang
hangatkan malam. Kerinduan menjelma harapan
: Sepetak tanah di sudut Jambean


/3/
Selayak lorong, gagah sembunyi di himpitan batu
Sediam sengon meng-amini
Kontemplasi Goa Semar,
Meditasi Goa Jaran,
Pertapan Goa Sumur
: Kulminasi di puncak Batu Tulis
Di tepi Telaga Warna


/4/
Hijau sejuk meritmis manis
Pada kaca terhampar di akar pinus
Dan warna yang pudar di bias rias matahari
Menjadi sunyi, menjadi suri
: Lakon Pengilon Rasa Warna


/5/
Wangi warna belerang
iringi kepul asap memutih
menusuk tembus penciuman indra,
didih dalam angkuh amarah siwa
: Wajah Kawah Sikidang


Kawah Sikidang


Kompleks Candi Arjuna



/6/
Setapak jalan antara anak cemara meniti dewasa
mengantar raga ke pelataran Arjuna
di hadap altar Puntadewa,
di simpuh Sembadra,
di pangku Srikandi,
dan dalam kecup tangan sang Semar.
Setyaki menguji
Gatotkaca bercerita dalam do’a.
: Semayam Ksatria Brahma


/7/
Laju jaga mengejar waktu di arak awan
Semungil bunga kuning mendaki usia
Seperti padang rumput yang gagal menjadi sabana
Tumbuh apa adanya di antara semak masa
Masih bernyanyi lagu cinta
Menimang mimpi mayapada
: Rintik Menitik Jalan Pulang
__________________________________________________
Telaga menjer - Jambean - Telaga Pengilon - Telaga Warna -
Kawah Sikindang - Kawasan Candi Arjuna - Jalan Dieng Plateau,
03-04 Januari 2013


The explorers :)
Back Left to Right: Jessica, Ardian, Bayu
Front: Adzin

No comments:

Post a Comment