Tuesday, January 7, 2014

Hadiah Akhir Tahun

Aku tak pernah berharap mendapat hadiah, tapi alangkah bersyukurnya kalau ada yang mau memberi hadiah. Dan di akhir tahun ini aku mendapat kehormatan untuk menerima hadiah dari Sang Sutradara.

Kisahnya berawal di hari Senin, 23 Desember 2013. Karena langit-langit kantor yang bocor membuat lantai menjadi basah dan licin, aku mendapat kejutan: terpeleset dan jatuh tengkurap! Ga ada luka yang terlalu parah sih, hanya dagu sobek dan berdarah. (Fyi, daguku ini bagian favorit dari wajahku). Kejadiannya sekitar jam 10 pagi sebelum rapat staf. Alhasil aku harus skip rapatnya dan rela tiduran (sampai ketiduran) di sofa depan teve di bagian belakang kantor. Pastinya dengan dagu yang sudah ditutup plester.

Oya, 'kejutan' ini cukup membuat beberapa rekan kerja panik. Seingatku ada tiga orang duduk di sekelilingku ketika aku masih tergeletak di atas lantai. Mbak Di yang membersihkan luka dan mengobati daguku.

23 Desember, pukul 5 sore aku sudah berada di gereja untuk persiapan gladi bersih malam natal. Aku tetap ikuti gladi bersih sampai selesai, lalu dipaksa beberapa teman gereja untuk ke rumah sakit. Pukul 9 malam, aku dan dua orang teman ke rumah sakit Panti Rapih. Alhasil daguku dijahit. Ini pengalaman pertama aku masuk IGD sebagai pasien. Tiga jahitan saja sih, tapi cukup membuat deg-degan.

Aku harus kembali kontrol tiga hari setelah itu: Kamis, 26 Desember jam 7 pagi. Cucul, yang baru saja tahu aku mengalami 'kejutan', menawarkan diri untuk mengantarku periksa ke rumah sakit. Semuanya ok. Kata perawat hari Minggu aku harus kembali dan (semoga) jahitannya sudah bisa dibuka.

kontrol dagu pertama
foto: @cucul
Minggu pagi, 29 Desember, masih bingung harus minta tolong siapa untuk mengantarku ke rumah sakit. Akhirnya aku minta tolong Mas Geb setelah tugas di gereja. Di rumah sakit, jahitan dibuka. Cukup lega. Dua hari lagi, means 31 Januari, perban boleh dibuka. "Tahun baru, dagu baru," kataku.

Ternyata 'hadiah'nya tidak berhenti di hari itu. Senin, 30 Desember kakiku mendapat 'kejutan' lain: jari kelingking terlindas gerbang gereja setelah selesai latihan untuk malam tahun baru. Sobek dan berdarah. Rumah sakit Panti Rapih jadi tempat kunjungan selanjutnya. IGD lagi, jadi pasien lagi, jahit lagi. Selama dijahit, ada sesuatu yang memancing air mata untuk keluar. Bukan karena sakit, tapi karena terharu. Hampir semua teman tim visualisasi gereja menemaniku di sana, yang tidak di rumah sakit pun tetap menemaniku melalui smartphone. Selesai dijahit, pulang, makan, istirahat.

sebelum dijahit, cek dulu tulangnya ada masalah atau nggak di instalasi radiologi
foto: @dh1too

31 Desember, aku dan teman-teman tim visualisasi melayani Tuhan dalam Ekaristi Akhir Tahun dengan lancar dan menyambut tahun yang baru dengan penuh syukur.

Dua Senin berturut-turut yang memberiku 'kejutan'. Di dua hari Senin itu aku diberi 'hadiah' olehNya. Bukan lukanya, bukan jahitannya, tapi pelajarannya:

1. Aku diingatkan untuk mendengarkan teriakan tubuhku ketika dia merasa lelah. Seolah-olah Dia berkata, "Istirahatlah barang sejenak."
2. Aku diingatkan bahwa aku memiliki orang-orang yang sayang padaku dan Dia menegurku, "Pandanglah mereka dan bersyukurlah."

Dua hadiah yang akan menjadi bekalku menjalani 2014 ke depan: lebih memperhatikan kondisi tubuh dan menghargai orang lain.

Sekarang jahitan di jari kelingkingku sudah dilepas dan hari ini, 7 Januari 2014 aku sudah boleh membuka perbannya. Kataku, "umur baru, kelingking baru." :)

kontrol pertama kelingking
foto: @cucul
sebelum buka jahitan
foto: @cucul

My endless gratitude to the awesome Director of my life and dearest Mbak Di, Pungky, Kak Ky, Cucul, Mas Geb, Mas Iwan, Koh Le, Rian, Dwi, Siro, Yayi, Teta, Mbak Yo, Ayu, Umi, Lia, Barway, Rm Danang.
My gratitude also to all of you who care of me in your own way.

2 comments:

  1. Wah pasti pengalaman tidak terlupakan di bulan Desember lalu...dua x masuk IGD...tapi kejadian ini semakun menyadarkan akan arti teman -teman ....a real friend is a friend in need....happy new year Jessica.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bu.. pengalaman berharga :)
      a real friend is indeed a friend in need. Bersyukur punya mereka.
      Happy new year too bu siska.

      Delete