Wednesday, June 4, 2014

Hakekat Si Semak Belukar

Selama ini aku -sadar atau tidak- memupuk dan mengairi tanaman indah namun berduri.
Harapku suatu hari nanti tanaman ini berbunga,
layaknya mawar: indah.

Sadarku berkata yang aku rawat bukanlah mawar,
hanya semak belukar.

Bodohku, aku masih keras hati mempertahankan semak berduri ini.
Bodohku, aku masih berharap belukar ini akan berbunga.

Kalian ingatkan aku tentang hakekat si semak belukar.
Aku tak peduli.
Persetan dengan hakekat omong kosong kalian.

Aku setiap hari berada di dekatnya.
Tubuhku sudah penuh luka duri.
Aku masih bertahan.
Setidaknya aku berusaha bertahan.

Pikirku, seburuk-buruknya semak belukar ini,
dia tetap tanaman yang berhak hidup.
Walaupun tak berbunga -apalagi berbuah,
dia layak dipertahankan.

Persis cintaku padamu.

Yogyakarta, 3 Juni 2014

No comments:

Post a Comment