Monday, October 20, 2014

Bukan Harapan Semu yang Kuingin

Akulah Bulan yang mulai mengenal siapa aku.
Aku Bulan indah karena cahayaku.
Bukan.
Memang bukan cahayaku tapi cahaya Mentari.

(Ya, cahayaku dari Mentari.
Tapi bukan kehendak Mentari beriku cahaya.
Sang Pencipta yang buat dia sinariku.)

Ah, Mentari,
kiranya aku keliru tentang Mentari.
Aku, Bulan, terlalu mengagungkan Mentari yang fana.
Mentari yang sungguh haruslah benar-benar membawa cahaya padaku.
 
Bukan cahaya semu.
Bukan harapan tak nyata.

Wamena, 12 Oktober 2014

No comments:

Post a Comment